Masih ingat dengan tiang bendera sekolah kami yang patah karena karat?
Sekarang tiang bendera sekolah kami berdiri tinggi menjulang,bahkan di cat putih tampak kemilau. Bangganya kami...
Upacara bendera pun setiap senin kami laksanakan dengan khitmad (ralat, hanya pembina dan petugas2 upacara yg khitmad :p ).
Tapi bbrapa minggu ini ke-khitmadan kami terusik.
Apakah Nasionalisme kami kembali runtuh? Mungkin ya, mungkin tidak..
Bagaimana tidak terusik,saat 3 petugas pengibar bendera mulai berjalan tegap dengan membawa sang Pemberani nan Suci, para peserta upacara tertawa ngikik ga jelas dan lama2 bikin gaduh juga.
Bukan karena 3 petugas pengibar yang jalannya tidak serasi atau roknya yang ngatung hahaa.. Tapi karena Sang Saka Merah Putih yang dibawa petugas di tengah. Tidak.. Warnanya tetap merah putih,tidak ada warna birunya kok.. Tapi karena tali pengikat yang melambai lambai itu terlihat aneh. Ya iyalaah...
Salah satu tali bendera yang di bagian warna putih warnanya kontras sekali. HITAM dan sedikit mengilap. Hmm..
Bahkan saat benderasudah mulai dikibarkan dan dtarik lebih tinggi, ketawa ketiwi masih saja terdengar.
Warning!! Dan ini tidak boleh ditiru, 3 petugas pengibar bendera ikutan geli. Inikah tanda bahwa nasionalisme kami runtuh? Karena melihat bendera tercinta kami bertali RAFIA HITAM!!!
Sudah beberapa minggu bendera pusaka usang itu belum juga diganti. Mentang2 pusaka terus dbiarkan saja terlihat usang, getooo..???
Ah.. Kami akan segera menggantinya. Bukan masalah biaya, mungkin karena kami kurang peka saja (baca: nasionalisme sdh runtuh)