Setelah bergelut dengan bimbang, takut, cemas sekaligus bahagia, akhirnya insan mungil itu lahir dari rahimku. Dari usia 7 bulan++ janinku sudah divonis over weight. Bidan dan dokter hanya menyarankan kurangi ngemil dan manis/glukosa. Aku sendiri heran, bb ku hanya naik 10,5kg tapi bb janinku diatas rata-rata seharusnya. Jujur, aku takut sekali operasi caesar. SC akan menjadi jalan terakhir yang aku pilih jika benar-benar tidak ada jalan lain.
Ahad, 3 Maret 2013 pukul 10.30 WIB Tamlikha kami lahir spontan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan bantuan Bidan Sugiyanti. Seharusnya dr.Retno-lah yang membantu proses persalinan, tapi mungkin karena hari Ahad dokter2 libur jadi seadanya bidan, heee... Dokter yang memprediksi harus dikop-pun sama sekali tidak terjadi. Hanya perlu mengejan 3x Tamlikha lahir dengan berat 36.5ons hampir 37 ons, subhanallah.... padahal USG terakhir sudah 41ons.
Masha Allah,,, aku kini seorang ibu. Aku sudah merasakan sakit dan penuh perjuangannya melahirkan normal. Sakit luar biasa. Tidak heran ketika ada hadits 'surga di bawah telapak kaki ibu' atau hadits satu ini;
Dari Bahz bin Hakim, dari Ayahnya, dari Kakeknya. Kakeknya berkata:
"Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ibumu". Lalu aku bertanya, Kepada siapakah aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ibumu." Lalu aku bertanya, "Kepada siapakah aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ibumu". Lalu aku bertanya, "Kepada siapa lagi aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ayahmu. Kemudian kerabat yang terdekat dan seterusnya". (HR. Tirmidzi, dinilai hasan Al-Albani dalam al Irwa'. Lihat Shahih al_adab al-Mufrad, hal 34).
Sekarang aku paham, kenapa Ibuku pernah menangis karena anak perempuannya ini susah dinasihati-ngeyel-. maafkan aku, bu...
Ahad, 3 Maret 2013 pukul 10.30 WIB Tamlikha kami lahir spontan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan bantuan Bidan Sugiyanti. Seharusnya dr.Retno-lah yang membantu proses persalinan, tapi mungkin karena hari Ahad dokter2 libur jadi seadanya bidan, heee... Dokter yang memprediksi harus dikop-pun sama sekali tidak terjadi. Hanya perlu mengejan 3x Tamlikha lahir dengan berat 36.5ons hampir 37 ons, subhanallah.... padahal USG terakhir sudah 41ons.
Masha Allah,,, aku kini seorang ibu. Aku sudah merasakan sakit dan penuh perjuangannya melahirkan normal. Sakit luar biasa. Tidak heran ketika ada hadits 'surga di bawah telapak kaki ibu' atau hadits satu ini;
Dari Bahz bin Hakim, dari Ayahnya, dari Kakeknya. Kakeknya berkata:
"Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ibumu". Lalu aku bertanya, Kepada siapakah aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ibumu." Lalu aku bertanya, "Kepada siapakah aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ibumu". Lalu aku bertanya, "Kepada siapa lagi aku harus berbakti?". Beliau menjawab, "Ayahmu. Kemudian kerabat yang terdekat dan seterusnya". (HR. Tirmidzi, dinilai hasan Al-Albani dalam al Irwa'. Lihat Shahih al_adab al-Mufrad, hal 34).
Sekarang aku paham, kenapa Ibuku pernah menangis karena anak perempuannya ini susah dinasihati-ngeyel-. maafkan aku, bu...
Tapi perjuangan persalinan normalku tidak lepas dari perjuangan bayi kecilku-Tamlikha-. Aku merasa he was te hero. Tamlikha-lah yang mendorong kuat-kuat sehingga aku yang sudah lemas tak bertenaga bisa mengeluarkannya dengan mudah. Bidanku-bu Mutia-dulu selalu mengingatkan aku agar sering-sering mengajak janin bicara dan janjian. Janjian kapan mau lahir, jam berapa dan janijian bahwa besok ketika mau lahir dedek bayi harus ikut membantu uminya mendorong kuat-kuat. Benar juga, dedek Tamlikha-kami lahir hanya lewat 2 hari dari due date-nya. Itupun sudah membuatku panik-wati dan stres.
Salah satu alasan kenapa aku ngotot tidak ingin SC adalah, aku ingin merasakan perjuangan seorang wanita menjadi Ibu, sesakit apapun itu, seberat apapun resikonya. Aku sendiri yakin bahwa persalinan normal bisa aku jalani. Ketika bayi dilahirkan normal sebenarnya si jabang bayi sudah memulai perjuangannya. Ia bekerja keras untuk mencari jalan lahirnya, ia sudah belajar pertama kalinya menjadi insan pejuang. Tindakan SC sebenarnya juga banyak resikonya, salah satunya adalah untuk kelahiran berikutnya ada kemungkinan SC lagi walaupun cuma berapa persen saja. Itu artinya bila menghendaki punya banyak anak ya jangan SC. Aku berharap bisa melahirkan banyak anak yang tumbuh sehat, cerdas, solih dan solihah. Akan kutambah bobot kalimat la ila ha illallah di muka bumi ini. Insya Allah.
Begiulah kelahiran Tamlikha kami. Penuh sujud syukur Allah telah mengabulkan doa kami. Melahirkan bayi laki-laki yang sehat secara spontan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS.Ar Rahmaan:13)
.jpg)
