Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang yang menjadikannya tiada.
{Sapardi Djoko Damono}
Sudah sering baca ato dengar kumpulan kata-kata indah di atas bukan?. Ada yang bilang kumpulan kata-kata indah tersebut adalah puisi karya bapak Sapardi Djoko Damono. Bahkan ada yang ngotot karya Kahlil Gibran. Well.. Aku mana tahu itu karya siapa. Sepertinya aku belum lahir di era puisi itu ditulis. Bahkan aku baru mendengarnya untuk kali pertama tahun 1990-an. Siapapun penulisnya semoga Allah mengaruniakan keberkahan. Amin.
Yang ingin ku bicarakan di sini adalah kata-kata "mencintai dengan sederhana". Kira2 apa makna kata-kata tersebut? Aku bertanya pada diriku sendiri, sudahkah aku mencintai dengan sederhana. Ataukah terlalu sederhana? Sehingga rasa cinta itu tak bisa dirasakan sama sekali oleh objek cintaku??
Aku ingin mencintai kamu, mencintai dia dan mencintai mereka dengan sederhana. Tak perlulah aku berkoar-koar menunjukkan cintaku secara verbal.
Aku hanya ingin memanjakan cinta ku dengan doa, dengan perhatian tanpa banyak kata, dengan kasih sayang tanpa mengharap "imbalan".
Aku tak peduli kamu, dia dan mereka akan membalas rasa ku..
Aku hanya ingin mencintai kamu, dia dan mereka karena kecintaanku pada Sang Penggenggam Jiwa-Allah SWT-.
Biarlah Dia Sang Pemilik Cinta yang membalas rasaku. Mencintai kamu, dia dan mereka dengan tulus akan membawaku pada dekapan mesra Sang Pemilik Cinta. Cinta-Nya lebih abadi dari dunia seisinya. Itulah Mencintai dengan sederhana a la aku.
Kadang mencintai kamu, dia dan mereka dengan sederhana hanya akan membawaku pada sad ending di dunia. Tapi hepi ending di akhirat sana lebih baik dari segalanya.
Ku biarkan rasa cintaku tumbuh dan berkembang, tanpa sempat aku kabarkan. Tanpa sempat kamu, dia dan mereka katakan bagaimana taste dari cintaku. Kadang tanpa sempat kamu, dia dan mereka berikan balasan padaku. Aku ingin kamu, dia dan mereka bahagia karena cintaku. Itu saja... Aku katakan padamu Aku mencintaimu..
Huaaahhh... Mencintai dengan sederhana kenapa membawaku pada tulisan penuh liku juga buntu. Tak perlulah kau mengerti makna tulisanku, krn itulah wujud dari dahsyatnya mencintai dengan sederhana. Mencintailah dengan sederhana tanpa ikatan waktu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar