Bagaimana jika ada orang yang mengatakan hal seperti judul di atas padamu?
A. Sangat marah
B. Cuek
Siapa yang tahu perasaan "the Doctor" ketika Stacey Moner mengatakannya secara langsung-face to face- ketika si legenda hidup-ku meminta maaf secara langsung selepas race di base Honda?
Tragedi Jerez Spanyol, race ke II musim 2011, 5 pembalap tidak bisa finish karena kejamnya sirkuit atau karena ambisi yang begitu menggebu.
My darl yang start posisi 12 akibat terjatuh pada sesi kualifikasi bisa dengan garangnya melibas setiap pembalap di depannya hingga persis di belakang kuri2 boy-Stace Moner-. Kondisi jalan yang basah dan licin mengharuskan setiap pembalap untuk hati2 dan bersabar. Namun ambisi untuk membuktikan bahwa ia masih 'bisa' mengalahkan segalanya. Saat di tikungan berusaha mendahuli Stacey Moner dan terjadilah... Mungkin cengkeraman bannya tidak kuat atau bagaimana aku tidak tahu
Keduanya berusaha bangun dan dengan dibantu para manusia2 pinggir sirkuit dengan seragam khas mereka (aku lupa sebutan untuk mereka) untuk melanjutkan race. Dan my darl lah yang pertama bangun dan menggeber Desmosedisi-nya lagi (yeehaaa)
Finish no.5 tidaklah buruk, walopun karena luck factor. Well, aku tidak percaya luck factor seh, semua sudah diatur oleh Sang Pemegang Kehidupan. Jadi Allah sudah mengatur agar Simoncelli, Spies, Edward bahkan si Moner dan dia sendiri untuk jatuh;).
That's why, dia finish no.5!
Begitu race usai, masih berpakaian lengkap, dia mendatangi si Moner yang sudah 'mandi duluan' di base nya Honda. Dari dia masuk sampai keluar semua terekam. Caught on tape!!!
Vale segera mendatangi si Moner sambil mengucapkan 'aku menyesal (dengan kejadian tadi)'
Moner says 'tidak apa2'
dan Vale mengulangi lagi sampai beberapa kali sambil mereka bersalaman. Moner mengucapkan hal yang sama. Dan yang paling menohok adalah 'ambisimu melebihi bakatmu' dan itu diulang sampai 2x.
Vale masih saja bilang dia menyesal. Dan begitulah.. Semua selesai di permukaan. Kurasa Vale tidak memasalahkan ucapan si Moner itu. Toh.. Mungkin itu memang kenyataan:D
by the way,Doc.. Salut denganmu, begitu gentlement-nya mengakui kesalahanmu. Belajar dari kesalahan ya..
Satu hal yang perlu dicatat official, baik Moner maupun Simoncelli merasa ada ketidakadilan atau pilih kasih. Bila orang2 pinggir lapangan dengan seragam khas yang setiap saat ada pembalap yang jatuh,menolong tanpa membedak-bedakan mungkin Moner dan Celli bisa finish. Itu seh apologi mereka.. Tapai memang terlihat sekali, bagaimana merka menolong Vale terlebih dahulu dan membiarkan Moner berjuang sendiri mengangkat motor dengan berat ratusan kilo tsb. Tak ubahnya dengan Simoncelli yang sangat marah karena dia harus berusaha sendiri. Hmm.. Pity.. so sorry..
:D Jiah bener-bener suka balap balapan berhubung kulo mboten seneng tak kasih senyum aja ya mb :)
BalasHapuskalo akyu suer ga DONK hak hak hak
BalasHapus